Jumat, 16 Februari 2018

ANALISIS KINERJA SISTEM WEBSITE E-GOVERNMENT PROVINSI BALI


ANALISIS KERJA SISTEM

KELOMPOK 2:

Destiana Ayu Anggraini         12114779
Dewi Laras Wijayanti             12114876
Dini Aprillia                            13114176
Rahma Anisa                           18114770
Vily Asyifa                             1C114053


4KA10




UNIVERSITAS GUNADARMA
2017/2018





Analisa Unit Analisis Website E-Government

Tabel 1. Bobot Unit Analisis Website E-Government Pada Provinsi Bali
No.
Unit Analisis
Bobot Nilai
Kategori
Jumlah Total
% Nilai Total
1
Informasi Menu
Utama dalam Web
Site
25%
Potensi daerah
Komoditas Utama
Kualitas SDM
80
70
70
74
2
Informasi tambahan
dlm fasiltias web site
20%
Tahap I
Tahap II
Tahap III
90
90
80
83
3
Penyediaan
Hubungan
15%
G2C
G2B
G2G
80
90
90
86
4
Aksesibilitas
10%
< 10 detik
10 – 30 detik
> 30 detik
78
78
5
Design
10%
Animasi
Grafis
Teks lengkap
100
90
90
93
6
Jumlah tingkatan
Informasi
20%
1 Tingkat
2 Tingkat
3 Tingkat
4 Tingkat
90
80
80
80
80

                                                                                                81.1


Tabel 2. Bobot Unit Analisis Website E-Government Pada Kabupaten Bangli
No
Unit Analisis
Bobot Nilai
Kategori
Jumlah
%Nilai Total
1
Informasi
Menu dalam
Web Site
25 %
Potensi Daerah
Komoditas Utama
Kualitas SDM
80
84

2
Informasi
tambahan
dalam Web Site
20 %
Tahap 1
Tahap 2
Tahap 3
82.5
84.5
3
Penyediaan
Hubungan
15 %
G2C
G2B
G2G
75
75

4
Aksesibilitas
10 %
< 10 detik
10-5 detik
< 30 detik
90
90

5
Desain
10 %
Animasi
Grafis
Teks lengkap
81.5
81.5
6
Jumlah
Tingkatan
Informasi
20 %
1 Tingkat
2 Tingkat
3 Tingkat
4 Tingkat
78.75
78.75
                                                                                                        80.65

Tabel 3. Unit Analisis Website E-Government Pada Pemerintahan Kota Denpasar
No
Unit Analisis
Bobot Nilai
Kategori
Jumlah
%Nilai Total
1
Informasi
Menu dalam
Web Site
25 %
Potensi Daerah
Komoditas Utama
Kualitas SDM
81.5
81.5

2
Informasi
tambahan
dalam Web Site
20 %
Tahap 1
Tahap 2
Tahap 3
66.5
66.5
3
Penyediaan
Hubungan
15 %
G2C
G2B
G2G
53
53

4
Aksesibilitas
10 %
< 10 detik
10-5 detik
< 30 detik
95
95

5
Desain
10 %
Animasi
Grafis
Teks lengkap
81.5
81.5
6
Jumlah
Tingkatan
Informasi
20 %
1 Tingkat
2 Tingkat
3 Tingkat
4 Tingkat
76.25
76.25
                                                                                                    74.525

Tabel Perbandingan Analisis Website E-Government
NO
Unit Analisis

Kategori Analisis
Provinsi
BALI
 Kabupaten
BANGLI
Kota
DENPASAR
        1.
Selayang Pandang

Sejarah,
Motto
Lambang
Arti Lambang
Lokasi Dalam Bentuk Peta
x
Visi Dan Misi
       2.       
Pemerintahan Daerah

Eksekutif
x
x
Legislative
x
         x
Nama, Alamat, Telepon, E-Mail Dari Pejabat Daerah
x
Biodata Dari Pimpinan Daerah
x
x
x
       3.       
Geografi


Topografi
x
x
Demografi
Cuaca Dan Iklim
x
x
Sosial Dan Ekonomi
x
x
Budaya Dari Daerah Bersangkutan
Ada informasi berupa numeris / statistik dan harus mencantumkan nama instansi dari sumber datanya.
x
      4.      
Peta Wilayah dan Sumberdaya

Peta Wilayah
Bentuk Peta
Sumberdaya
x
       5.    
Peraturan/Kebijakan Daerah


Peraturan Daerah (Perda) yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah bersangkutan.
x
x
       6.  
Buku Tamu


Buku Tamu
x
x


Forum
x
x
x


NARASI:
Untuk unit analisis Selayang Pandang dalam website Provinsi Bali kategori sejarah, motto, lambang, arti lambang, serta visi dan misi semua ada, namun untuk kategori lokasi dalam bentuk peta tidak ada. Sedangkan untuk unit analisis selayang pandang dalam website Kabupaten Bangli kategori sejarah, motto, lambang, arti lambang, lokasi dalam bentuk peta, serta visi dan misi semua ada. Begitupun untuk unit analisis selayang pandang dalam website Kota Denpasar kategori sejarah, motto, lambang, arti lambang, lokasi dalam bentuk peta, serta visi dan misi semua ada.

Untuk unit analisis Pemerintah Daerah dalam website Provinsi Bali kategori eksekutif, legislatif, nama, alamat, telepon, email dari Pejabat Daerah, dan biodata dari Pimpinan Daerah semua tidak ada. Sedangkan untuk unit analisis Pemerintah Daerah dalam website Kabupaten Bangli kategori eksekutif, legislatif, nama, alamat, telepon, email dari Pejabat Daerah semua ada, namun untuk biodata dari Pimpinan Daerah tidak ada. Selanjutnya untuk unit analisis Pemerintah Daerah dalam website Kota Denpasar kategori eksekutif, legislatif, biodata dari Pimpinan Daerah ketiga itu tidak ada, tetapi untuk kategori nama, alamat, telepon, email dari Pejabat Daerah ada.

Untuk unit analisis Geografi dalam website Provinsi Bali kategori topografi, cuaca dan iklim, sosial dan ekonomi, dan ada informasi berupa numeris / statistik dan harus mencantumkan nama instansi dari sumber datanya semua tidak ada, namun untuk kategori demografi dan budaya dari daerah bersangkutan ada. Sedangkan untuk unit analisis Geografi dalam website Kabupaten Bangli kategori topografi dan cuaca dan iklim ada, namun untuk kategori demografi, sosial dan ekonomi, budaya dari daerah bersangkutan, dan ada informasi berupa numeris / statistik dan harus mencantumkan nama instansi dari sumber datanya semua ada. Selanjutnya untuk unit analisis Geografi dalam website Kota Denpasar kategori topografi, demografi, cuaca dan iklim ada, budaya dari daerah bersangkutan, dan ada informasi berupa numeris / statistik dan harus mencantumkan nama instansi dari sumber datanya semua ada, namun untuk kategori sosial dan ekonomi tidak ada.

Untuk unit analisis Peta Wilayah dan Sumber Daya dalam website Provinsi Bali kategori peta wilayah ada, tetapi kategori bentuk peta sumber daya tidak ada. Sedangkan untuk unit analisis Peta Wilayah dan Sumber Daya dalam website Kabupaten Bangli kategori peta wilayah dan bentuk peta sumber daya semua ada. Begitupun untuk unit analisis Peta Wilayah dan Sumber Daya dalam website Kota Denpasar kategori peta wilayah dan bentuk peta sumber daya semua ada.

Untuk unit analisis Peraturan/Kebijakan Daera dalam website Provinsi Bali untuk kategori Peraturan Daerah (Perda) yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah bersangkutan tidak ada. Begitupun untuk unit analisis Peraturan/Kebijakan Daera dalam website Kabupaten Bangli untuk kategori Peraturan Daerah (Perda) yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah bersangkutan tidak ada. Sedangkan untuk unit analisis Peraturan/Kebijakan Daera dalam website Kota Denpasar untuk kategori Peraturan Daerah (Perda) yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah bersangkutan ada.

Untuk unit analisis Buku Tamu dalam websire Provinsi Bali untuk kategori buku tamu dan kategori forum semua tidak ada. Begitupun untuk unit analisis Buku Tamu dalam websire Kabupaten Bangli untuk kategori buku tamu dan kategori forum semua tidak ada. Sedangkan untuk unit analisis Buku Tamu dalam websire Kota Denpasar untuk kategori buku tamu ada, tetapi kategori forum tidak ada.



KESIMPULAN: 
Dari analisis ketiga web yang telah kami analisis tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa website yang terlengkap adalah website Kota Denpasar karena website tersebut memiliki informasi yang tergolong lengkap sebab dari 21 kategori yang dianalisis, didalam website Kota Denpasar terdapat 16 kategori informasi yang ada, sedangkan 5 kategori lainnya tidak ada dalam website.  


Selasa, 16 Januari 2018

TUGAS 3 AUDIT TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

Tugas 3 Audit Teknologi Sistem Informasi Semester PTA 2017/2018 Kelas 4KA10

Nama  : Dini Aprillia
Kelas   : 4KA10
NPM    : 13114176

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan laporan audit teknologi sistem informasi!

Jawab: Audit teknologi informasi, atau audit sistem informasi, merupakan pemeriksaan kontrol dalam teknologi Informasi (TI) infrastruktur. Audit TI adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti sistem informasi organisasi, praktik, dan operasi. Evaluasi bukti yang diperoleh menentukan jika sistem informasi yang menjaga aset, memelihara integritas data, dan beroperasi secara efektif untuk mencapai tujuan organisasi atau tujuan. Tinjauan ini dapat dilakukan bersamaan dengan:

A. Audit Laporan Keuangan (Financial Statement Audit). Audit laporan keuangan adalah audit yang dilakukan oleh auditor eksternal maupun internal terhadap laporan keuangan audit untuk memberikan pendapat apakah laporan keuangan tersebut disajikan sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Hasil audit lalu dibagikan kepada pihak luar perusahaan seperti kreditor, pemegang saham, dan kantor pelayanan pajak. Pemeriksaan audit laporan keuangan terdiri dari dua tahap, yaitu:
1)    Audit Pengendalian (Test Of Controls), yaitu: memriksa apakah proses dan program komputer sudah betul, memerikasa apakah pengendalian sistem memadai, dan apakah pengendalian aplikasi sudah cukup baik.
2)    Audit Terhadap Data Substantif, yaitu: untuk mengakses data akuntansi yang ada di dalam file atau media komputer, misalnya yaitu penjualan, nilai piutang, dan sebagainya.

B. Audit Sistem Informasi (SI) sebagai kegiatan tersendiri, terpisah dari pada keuangan. Sebetulnya audit SI pada hakekatnya salah satu dari bentuk audit operasional, tetapi kini lebih dikenal sebagai satu satuan jenis audit tersendiri yang tujuan utamanya lebih untuk meningkatkan IT governance.

C. Audit Kepatuhan (Compliance Audit). Audit ini bertujuan untuk menentukan apakah yang diperiksa sesuai dengan kondisi, peratuan, dan undang-undang tertentu. Kriteria-kriteria yang ditetapkan dalam audit kepatuhan berasal dari sumber-sumber yang berbeda. Contohnya ia mungkin bersumber dari manajemen dalam bentuk prosedur-prosedur pengendalian internal. Audit kepatuhan dapat dilakukan oleh auditor internal maupun eksternal.

D. Audit Operasional (Operational Audit). Audit operasional merupakan penelahaan secara sistematik aktivitas operasi organisasi dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. Dalam audit operasional, auditor diharapkan melakukan pengamatan yang obyektif dan analisis yang komprehensif terhadap operasional-operasional tertentu.

E. Audit Investigatif. Audit Investigatif adalah kepastian tentang ada tidaknya penyimpangan atau kecurangan dalam pelaksanaan kegiatan/operasional kantor.

2. Apa fungsi/kegunaan dari audit teknologi sistem informasi? Jelaskan!

Jawab: Fungsi audit teknologi sistem informasi: 

1. Sistem dan Aplikasi
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem dan aplikasi sesuai dengan kebutuhan organisasi, berdayaguna, dan memiliki kontrol yang cukup baik untuk menjamin keabsahan, kehandalan, tepat waktu, dan keamanan pada input, proses, output pada semua tingkat kegiatan sistem.

2. Fasilitas Pemrosesan Informasi
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah fasilitas pemrosesan terkendali untuk menjamin ketepatan waktu, ketelitian, dan pemrosesan aplikasi yang efisien dalam keadaan normal dan buruk. 

3. Pengembangan Sistem
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah sistem yang dikembangkan mencakup kebutuhan obyektif organisasi. 

4. Arsitektur Perusahaan dan Manajemen TI
Audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah manajemen TI dapat mengembangkan struktur organisasi dan prosedur yang menjamin kontrol dan lingkungan yang berdaya guna untuk pemrosesan informasi. 

5. Client/Server, Telekomunikasi, Intranet, dan Ekstranet
Suatu audit yang berfungsi untuk memeriksa apakah kontrol-kontrol berfungsi pada client, server, dan jaringan yang menghubungkan client dan server. 

Kegunaan/manfaat audit teknologi sistem informasi:

A. Manfaat pada saat Implementasi (Pre-Implementation Review)
  • Institusi dapat mengetahui apakah sistem yang telah dibuat sesuai dengan kebutuhan ataupun memenuhi acceptance criteria. 
  • Mengetahui apakah pemakai telah siap menggunakan sistem tersebut. 
  • Mengetahui apakah outcome sesuai dengan harapan manajemen. 

B. Manfaat setelah sistem live (Post-Implementation Review) 
  • Institusi mendapat masukan atas risiko-risiko yang masih yang masih ada dan saran untuk penanganannya..
  • Masukan-masukan tersebut dimasukkan dalam agenda penyempurnaan sistem, perencanaan strategis, dan anggaran pada periode berikutnya. 
  • Bahan untuk perencanaan strategis dan rencana anggaran di masa mendatang. 
  • Memberikan reasonable assurance bahwa sistem informasi telah sesuai dengan kebijakan atau prosedur yang telah ditetapkan. 
  • Membantu memastikan bahwa jejak pemeriksaan (audit trail) telah diaktifkan dan dapat digunakan oleh manajemen, auditor maupun pihak lain yang berwewenang melakukan pemeriksaan. 
  • Membantu dalam penilaian apakah initial proposed values telah terealisasi dan saran tindak lanjutnya.

3. Faktor-faktor apa saja yang diperlukan untuk membuat laporan audit teknologi sistem informasi? Jelaskan!

Jawab:  Dalam melaksanakan audit faktor-faktor berikut harus diperhatikan:
  • ·        Dibutuhkan informasi yang dapat diukur dan sejumlah kriteria (standar) yang dapat digunakan sebagai panduan untuk mengevaluasi informasi tersebut
  •       Penetapan entitas ekonomi dan periode waktu yang diaudit harus jelas untuk menentukan lingkup tanggungjawab auditor
  •       Bahan bukti harus diperoleh dalam jumlah dan kualitas yang cukup untuk memenuhi tujuan audit
  •       Kemampuan auditor memahami kriteria yang digunakan serta sikap independen dalam mengumpulkan bahan bukti yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan yang akan diambilnya.

Selain alasan tersebut, audit teknologi sistem informasi makin diperlukan sehubungan dengan resiko yang semakin tinggi di bidang sistem berbasis teknologi informasi, yaitu antara lain:
  • ·        Resiko penggunaan teknologi secara tidak layak (tidak tepat)
  •       Kesalahan berantai atau pengulangan kesalahan secara cepat konsistem pada sistem berbasis komputer
  •       Logika pengolahan  salah (dapat menyebabkan kesalahan-kesalahan serius)
  •       Ketidakmampuan menterjemahkan kebutuhan (sistem tidak sesuai)
  •       Konsentrasi tanggungjawab, antara lain konsentrasi data pada satu lokasi atau orang-orang TI (khususnya database administrator)
  •       Kerusakan sistem komunikasi yang dapat berakibat pada proses atau data
  •       Data input atau informasi bisa saja tidak akurat, kurang mutakhir, palsu
  •       Ketidakmampuan mengendalikan teknologi
  •       Praktek pengamanan sistem informasi yang tidak efektif, kurang memadai atau bahkan mungkin tidak direncanakan dengan baik
  •       Penyalahgunaan atau kesalahan pengoperasian atau penggunaan data
  •       Akses sistem yang tidak terkendali.





 


      DAFTAR PUSTAKA:




Selasa, 02 Januari 2018

TOOLS LAIN DALAM MELAKUKAN AUDIT

Audit adalah suatu proses kontrol pengujian terhadap infrastruktur teknologi informasi dimana berhubungan dengan masalah audit finansial dan audit internal. Audit lebih dikenal dengan istilah EDP Auditing (Electronic Data Processing), biasanya digunakan untuk menguraikan dua jenis aktifitas yang berkaitan dengan komputer. 

Salah satu penggunaan istilah tersebut adalah untuk menjelaskan proses penelahan dan evaluasi pengendalian-pengendalian internal dalam EDP. Jenis aktivitas ini disebut sebagai auditing melalui komputer. Penggunaan istilah lainnya adalah untuk menjelaskan pemanfaatan komputer oleh auditor untuk melaksanakan beberapa pekerjaan audit yang tidak dapat dilakukan secara manual. Jenis aktivitas ini disebut audit dengan komputer.

Penggunaan tools sangat membantu Auditor TI dalam menjalakan profesinya, baik dari sis kecepatan maupun aurasinya. Sehingga tools dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan Audit TI. Selain COBIT, terdapat beberapa tools lain yang digunakan untuk melakukan audit teknologi informasi, yaitu sebagai berikut :

1. ACL (Audit Command Language)
Merupakan perangkat lunak dalam pelaksanaan audit yang di design khusus untuk melakukan analisa data elektronik suatu perusahaan dan membantu menyiapkan laporan audit secara mudah dan interaktif. ACL dapat digunakan untuk user biasa atau yang sudah ahli.

2. Picalo
Picalo adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk melakukan analisa data yang dihasilkan dari berbagai sumber. Picalo dikemas dengan GUI (Graphis User Interface) yang mudah digunakan, dan dapat berjalan di berbagai sistem operasi.

3. Metasploit
Metasploit merupakan perangkat lunak yang dapat membanttu keamanan dan sifat profesionalisme teknologi informasi seperti melakukan identifikasi masalah keamanan, verifikasi kerentanan, dapat melakukan scanning aplikasi website, dan rekayasa sosial.

4. NMap (Network Mapper)
NMap bersifat open source yang digunakan untuk audit dalam hal keamanan. Sistem dan administrator menggunakan perangkat lunak ini sebagai persediaan jaringan, mengelola jadwal layanan untuk upgrade, jenis firewall apa yang sedang digunakan, dan lain-lain. NMap berjalan pada semua sistem operasi dan paket biner seperti Linux, serta dapat melakukan transfer data secara fleksibel.

5. Wireshark
Wireshark adalah jaringan terkemuka pada analyzer protocol. Perangkat ini dapat membantu dalam melakukan penangkapan dan interaksi dalam penelusuran lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer.

6. Nipper
Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchark konfigurasi router. Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelola jaringankomputer dan perangkat jaringan infrastruktur.

7. Powertech Compliance Assessment
Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400. 

8. Nessus

Nessus merupakan sebuah vulnerability assessment software, yaitu sebuah software yang digunakan untuk mengecek tingkat vulnerabilitas suatu sistem dalam ruang lingkup keamanan yang digunakan dalam sebuah perusahaan.




DAFTAR PUSTAKA: 

COBIT

COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat oleh Information Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992. COBIT bermanfaat bagi manajemen untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan investasi pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi. Bagi user, ini menjadi sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga. Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang dihasilkan dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada.

COBIT pertama kali diterbitkan pada tahun 1996, kemudian edisi kedua dari COBIT diterbitkan pada tahun 1998. Pada tahun 2000 dirilis COBIT 3.0 dan COBIT 4.0 pada tahun 2005. Kemudian COBIT 4.1 dirilis pada tahun 2007 dan saat ini COBIT yang terakhir dirilis adalah COBIT 5.0 yang dirilis pada tahun 2012. COBIT merupakan kombinasi dari prinsip-prinsip yang telah ditanamkan yang dilengkapi dengan balance scorecard dan dapat digunakan sebagai acuan model (seperti COSO) dan disejajarkan dengan standar industri, seperti ITIL, CMM, BS779, ISO 9000.

Untuk memenuhi tujuan bisnis, informasi perlu memenuhi kriteria tertentu, adapun 7 kriteria informasi yang menjadi perhatian COBIT, yaitu sebagai berikut:
  1. Effectiveness (Efektivitas). Informasi yang diperoleh harus relevan dan berkaitan dengan proses bisnis, konsisten dapat dipercaya, dan tepat waktu.
  2. Effeciency (Efisiensi). Penyediaan informasi melalui penggunaan sumber daya (yang paling produktif dan ekonomis) yang optimal.
  3. Confidentially (Kerahasiaan). Berkaitan dengan proteksi pada informasi penting dari pihak-pihak yang tidak memiliki hak otorisasi/tidak berwenang.
  4. Intergrity (Integritas). Berkaitan dengan keakuratan dan kelengkapan data/informasi dan tingkat validitas yang sesuai dengan ekspetasi dan nilai bisnis.
  5. Availability (Ketersediaan). Fokus terhadap ketersediaan data/informasi ketika diperlukan dalam proses bisnis, baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Ini juga terkait dengan pengamanan atas sumber daya yang diperlukan dan terkait.
  6. Compliance (Kepatuhan). Pemenuhan data/informasi yang sesuai dengan ketentuan hukum, peraturan, dan rencana perjanjian/kontrak untuk proses bisnis.
  7. Reliability (Handal). Fokus pada pemberian informasi yang tepat bagi manajemen untuk mengoperasikan perusahaan dan pemenuhan kewajiban mereka untuk membuat laporan keuangan.





DAFTAR PUSTAKA: 

Jumat, 03 November 2017

Tugas 2 Audit Teknologi Sistem Informasi


Tugas 2 Audit Teknologi Sistem Informasi Semester PTA 2017/2018 Kelas 4KA10

Nama  : Dini Aprillia
Kelas   : 4KA10
NPM    : 13114176

1. Sebutkan dan jelaskan faktor-faktor apa saja yang menjadi latar belakang pengamanan sumber daya (fisik dan abstrak) yang terdapat pada perangkat-perangkat teknologi informasi yang dimiliki kalangan pribadi! 

Jawab: Sumber daya sistem komputer adalah semua komponen di sistem komputer yang dapat memberi manfaat. Sumber daya sistem komputer terdiri dari :

A. SUMBER DAYA FISIK
Sumber daya fisik adalah semua komponen yang ada dalam sitem komputer yang dapat memberikan manfaat dan secara fisik dapat kita lihat. Contoh :
  • Keyboard, bar-code reader
  • Mouse, joystick, light-pen, track-ball, touch-screen dan perangkat-perangkat penunjuk (pointing device) lain
  • Floppy dsik drive, harddisk, tape drive, optical disk, CD ROM drive, dan perangkat-perangkat penyimpan data sekunder lain
  • Layar monitor baik CRT, LCD, dan perangkat-perangkat display lain
  • Printer
  • Modem, ethernet Card, PCMCIA, dan alat-alat komunikasi lain
  • Memori akses acak (RAM = Random Acces Memory), chace memory, register, dan memori- memori volatile lain
  • Perangkat - perangkat multimedia seperti kamera, sound card, radio, dan sebagainya
  • Perangkat - perangkat grafis seperti digitizer, scanner, plotter,  dan sebagainya
  • Perangkat - perangkat pengendalian proses yang terhubung ke komputer yaitu sensor - sensor dan aktuator – actuator dan sebagainya

B. SUMBER DAYA ABSTRAK
Sumber daya abstrak yang terdiri dari: data sebagai sumber daya abstrak, contohnya:
  • PCB (progran cotrol block) untuk mencatat dan mengendalikan proses
  • Berkas (file) sebagai penyimpan data atau program
  • Semaphore untuk pengendalian sinkronisasi proses-proses.
  • Tabel segmen, table page, i-node, FAT untuk pengendalian memori.

Program merupakan kumpulan instruksi yang dapat dijalankan oleh sistem computer. Contoh bentuk program dapat berupa utilitas atau aplikasi untuk mencapai tujuan komputasi (pengolahan) tertentu. Contoh:
  • Data
  • PCB (Process Control Block), untuk mencatat dan mengendalikan proses
  • Tabel segmen, tabel page, i-node, FAT untuk pengendalian memori
  • Berkas (file) untuk penyimpanan data atau program

Dan faktor-faktor yang melatar belakangi adanya pengaman teknologi informasi adalaah :
  • Software - software bajakan besar kemungkinan mengandung virus dari komputer tempat software tersebut digandakan bila komputer asal tersebut telah terjangkiti virus.
  • Flasdisk atau CD juga merupakan media virus memasuki sIstem komputer kita. Baik flasdisk atau CD dari badan-badan yang terpercaya ataupun tidak. Flasdisk atau CD dapat mengandung virus, oleh karena itu sebaiknya discan dahulu dengan anti virus update terbaru sebelum digunakan.
  • Email-email dari internet, karena tidak tertutup kemungkinan email tersebut memuat script virus atau bahkan mengandung attachment berupa program terinfeksi virus.
  • Anti Virus, sifat beberapa anti virus yang hanya mengadakan pengujian pada awal byte, tidak melakukan proses self-chek, program virus dapat diuninstall dan  tidak memiliki batas kadaluarsa adalah   potensial digunakan untuk penyebaran virus computer. makanya beow n sis harus rajin-rajin update anti virus.


2. Metode/cara apa saja yang digunakan untuk mengamankan sumber daya (fisik dan abstrak) yang terdapat pada perangkat-perangkat teknologi informasi!

Jawab: Pada   umunya,   pengamanan   dapat   dikategorikan   menjadi   dua   jenis: pencegahan  (preventif)   dan   pengobatan  (recovery).   Usaha   pencegahan dilakukan   agar   sistem   informasi   tidak   memiliki   lubang   keamanan, sementara  usaha-usaha  pengobatan  dilakukan  apabila  lubang  keamanan sudah dieksploitasi. Pengamanan sistem informasi dapat dilakukan melalui beberapa layer yang berbeda. Misalnya  di  layer  “transport”,  dapat  digunakan  “Secure Socket Layer” (SSL). Metoda ini umum digunakan untuk server web.

Secara fisik, sistem  anda  dapat  juga  diamankan  dengan  menggunakan  “firewall”  yang memisahkan  sistem  anda  dengan  Internet.  Penggunaan  teknik  enkripsi dapat dilakukan di tingkat aplikasi sehingga data-data anda atau e-mail anda tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak.
  • Mengatur akses (Access Control)

Salah  satu  cara  yang  umum  digunakan  untuk  mengamankan  informasi adalah dengan mengatur akses ke informasi melalui mekanisme “authentication”  dan  “access  control”. Implementasi  dari  mekanisme  ini antara lain dengan menggunakan “password”.  Di sistem UNIX dan Windows NT, untuk menggunakan sebuah sistem atau komputer,   pemakai   diharuskan   melalui   proses   authentication   dengan menuliskan   “userid”   dan   “password”.   Informasi yang diberikan ini dibandingkan dengan user id dan password yang berada di sistem. Access control ini biasanya dilakukan  dengan  mengelompokkan  pemakai  dalam  “group”.  Ada  group yang  berstatus  pemakai  biasa,  ada  tamu, dan  ada  juga  administrator atau super   user   yang   memiliki   kemampuan   lebih   dari   group   lainnya. Pengelompokan ini disesuaikan dengan kebutuhan dari penggunaan sistem anda.
  • Shadow Password

Salah  satu  cara  untuk  mempersulit  pengacau  untuk  mendapatkan  berkas yang berisi password (meskipun terenkripsi) adalah dengan menggunakan “shadow  password”. 
Mekanisme ini menggunakan berkas /etc/shadowuntuk menyimpan encryptedpassword, sementara kolom password di berkas /etc/passwd berisi karakter “x”.  Berkas /etc/shadow tidak dapat dibaca secara langsung oleh pemakai biasa.
  • Menutup servis yang tidak digunakan

Seringkali  sistem  (perangkat  keras  dan/atau  perangkat  lunak)  diberikan dengan  beberapa  servis  dijalankan  sebagai  default. Sebagai  contoh,  pada sistem UNIX servis-servis berikut sering dipasang dari vendornya: finger, telnet, ftp, smtp, pop, echo, dan seterusnya. Servis tersebut tidak semuanya dibutuhkan. Untuk  mengamankan  sistem,  servis  yang  tidak  diperlukan  di server (komputer) tersebut sebaiknya dimatikan.
  • Memasang Proteksi

Untuk  lebih  meningkatkan  keamanan  sistem  informasi,  proteksi  dapat ditambahkan. Proteksi ini dapat berupa filter (secara umum) dan yang lebih spesifik  adalah  firewall. Filter  dapat  digunakan  untuk  memfilter  e-mail, informasi, akses, atau bahkan dalam level packet.
  • Firewall

Firewall  merupakan   sebuah  perangkat  yang  diletakkan  antara  Internet dengan  jaringan  internal  Informasi  yang keluar atau masuk harus melalui firewall ini. Tujuan utama dari firewall adalah untuk menjaga (prevent) agar akses (kedalam  maupun  ke  luar)  dari  orang   yang  tidak  berwenang  (unauthorized access) tidak dapat dilakukan. Konfigurasi dari firewall bergantung kepada kebijaksanaan (policy) dari organisasi yang bersangkutan, yang dapat dibagi menjadi dua jenis:
  1. Apa-apa   yang   tidak   diperbolehkan   secara   eksplisit   dianggap   tidak diperbolehkan (prohibitted).
  2. Apa-apa  yang  tidak  dilarang  secara  eksplisit  dianggap  diperbolehkan (permitted).
  • Backup secara rutin

Seringkali  tamu  tak  diundang  (intruder)  masuk  ke  dalam  sistem  dan merusak sistem dengan menghapus berkas-berkas yang dapat ditemui. Jika intruder   ini   berhasil   menjebol   sistem   dan  masuk   sebagai   super   user (administrator),  maka  ada  kemungkinan  dia  dapat  menghapus  seluruh berkas. Untuk itu, adanya backup yang dilakukan secara rutin merupakan sebuah  hal  yang esensial. Bayangkan apabila yang  dihapus  oleh tamu  ini adalah   berkas   penelitian,   tugas   akhir,   skripsi,   yang   telah   dikerjakan bertahun-tahun. Untuk sistem yang sangat esensial, secara berkala perlu dibuat backup yangletaknya  berjauhan  secara  fisik. Hal  ini  dilakukan  untuk  menghindari hilangnya   data   akibat   bencana   seperti   kebakaran,  banjir, dan lain sebagainya. Apabila data-data dibackup akan tetapi diletakkan pada lokasi yang sama, kemungkinan data akan hilang jika tempat yang bersangkutan mengalami bencana seperti kebakaran.
  • Penggunaan Enkripsi untuk meningkatkan keamanan

Salah satu mekanisme untuk meningkatkan keamanan adalah denganmenggunakan  teknologi  enkripsi. Data-data  yang    anda  kirimkan  diubah sedemikian rupa sehingga tidak mudah disadap. Banyak servis di Internet yang   masih   menggunakan   “plain   text”   untuk   authentication,   seperti penggunaan  pasangan  userid  dan  password.  Informasi  ini  dapat  dilihat dengan mudah oleh program penyadap atau pengendus (sniffer).

3. Jelaskan tentang kegunaan pentingnya mengupdate sistem operasi dan aplikasi teknologi informasi!

Jawab:
a. Untuk Stabilitas Sistem Meningkat
Jika komputer anda sering crash, hang ataupun lag mungkin dengan windows update masalah tersebut dapat terselesaikan karena masalah tersebut teratasi dengan update yang anda install.

b. Untuk Fungsionalitas Baru
Dengan windows update, Windows anda mungkin akan memiliki Interface baru, aplikasi baru, fungsi baru dan masih banyak lagi. Apalagi jika update tersebut adalah update Service Pack. Seperti hal nya windows 8.1 saya, setelah saya update, ada penambahan fitur & fungsi baru seperti tombol sleep, shutdown dan restart di menu start, tombol exit, minimize di aplikasi metro dan teks secure boot di desktop hilang.





DAFTAR PUSTAKA: